Sabtu, 02 Juni 2012

Kupas tuntas Usaha peternakan (Kambing,Ayam,Sapi,Dll)


AYAM PETELUR



Quote:

Pengelolaan Ayam Petelur


Pengelolaan ayam petelur yang baik adalah sangat penting untuk memperoleh tingkat produksi telur yang tinggi. Apabila ayam petelur dipupuk sebagai sumber penghasilan yang menguntungkan, maka mereka harus tumbuh berkesinambungan sepanjang masa perkembangannya. Pedoman berikut ini dapat membantu dalam mensukseskan proses pertumbuhan dan perkembangan ayam petelur selama masa pertumbuhannya:

RUANGAN – Untuk setiap 100 ayam petelur harus memiliki ruang antara 25 m2 sampai 100 m2. Sediakan 0,2 sampai 0,3 m2 per ayam apabila dibiarkan tumbuh di luar kandang.

MAKANAN – Sediakan pakan penumbuh (growing mash) yang baik di depan ayam sepanjang waktu. Pakan yang komplit dari pabrik biasanya telah mengandung semua nutrisi yang diperlukan. Pengoplosan pakan dengan menambahkan pakan dari luar (misalnya jagung) dapat menyebabkan terjadinya ketidak-seimbangan yang pada akhirnya hasil yang diperoleh akan mengecewakan.

AIR – Pada masa pertumbuhannya ayam petelur akan banyak minum dan membutuhkan banyak air untuk menjaga pertumbuhan yang normal. Air harus tetap segar dan dingin.Air mancur dijaga agar senantiasa dalam keadaan yang baik dan selalu dibersihkan setiap hari.

PENEDUH – Pada musim panas, ayam petelur akan merasa lebih nyaman apabila diberi tempat meneduh.

PISAHKAN AYAM PETELUR MUDA DARI YANG LEBIH TUA – Ini akan menolong mengurangi kemungkinan menyebarnya penyakit dari induk ayam yang lebih tua ke yang lebih muda.

TEMPAT BERTEDUH – Sediakan satu tempat berteduh yang berukuran 3 x 4 meter untuk tiap 100 sampai 125 ayam petelur.

PENCEGAHAN PARASIT – Ayam petelur dapat terkena penyakit cacing. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, terdapat sejumlah obat yang dapat dipergunakan untuk mencegah parasit pada ayam yang datangnya dari dalam. Dengan pengelolaan dan sanitasi yang baik dapat membantu mengurangi terjangkitnya parasit. Periksalah beberapa ayam petelur dari waktu ke waktu untuk parasit yang datangnya dari luar seperti kutu ayam.

LINDUNGI DARI MUSUHNYA – Yakinkan bahwa binatang pemangsa tidak dapat memasuki bangunan tempat ayam tidur di malam hari.

Saat ayam petelur sedang tumbuh adalah saat yang paling baik untuk membentuk berat tubuhnya yang baik, kuat dan penuh vitalitas. Saat yang paling kritis selama hidupnya ayam petelur adalah selama masa pertumbuhannya. Apabila Anda menginginkan ayam yang memberikan keuntungan, maka perhatikan bahwa mereka berkembang dengan baik selama masa pertumbuhannya.

Quote:
1. Ayam Petelur Medium

Ayam petelur medium cirinya khasnya adalah bobotnya yang cukup berat. Ayam petelur medium dapat memproduksi telur yang cukup tinggi. Dagingnya juga cukup banyak sebab bentuk badannya yang cukup besar.

Oleh sebab itulah ayam petelur medium juga di sebut sebagai ayam dwi guna, artinya ayam yang memiliki manfaat ganda yaitu dapat menghasilkan telur dan dapat menghasilkan daging.


Ayam petelur medium umumnya berbulu coklat dan telur yang dihasilkan juga berwarna coklat. Harga telur coklat umumnya harganya lebih mahal disbanding telur yang berwarna putih sebab yang berwarna coklat bobotnya lebih berat dari yang berwarna putih. Walaupun nilai gizinya sama umunya orang lebih menyukai yang berwarna coklat daripada yang berwarna putih.

2. Ayam Petelur Ringan

Ayam petelur putih adalah sebutan yang lain bagi ayam petelur ringan. Ciri-cirinya sebagai berikut :

- Bulu berwarna putih.

- Badan ramping.

- Mata bersinar

- Jengger berwarna merah.

Ayam petelur ringan mampu menghasilkan lebih dari 260 butir telur per tahun. Ayam petelur ringan mempunyai kelemahan meskipun produksi telurnya cukup banyak. Yaitu sangat peka terhadap keributan dan cuaca yang panas, ayam ini juga mudah kaget, jika kaget maka produksi telurnya menurun.


Quote:

Penyiapan Bibit


Induk yang memiliki sifat-sifat unggul dapat menghasilkan bibit yang berkualitas.

Adapun sifat-sifat unggul yang harus dimiliki calon induk adalah sebagai berikut.

- Masa betelurnya dalam kurun waktu yang lama.

- Pertumbuhan badannya sangat bagus.

- Daya tahannya terhadap penyakit cukup kuat.

- Konversi ransum atau konversi makanannya rendah. Konversi ransum adalah perbandingan antara berat ransum yang dihabiskan dan berat telur yang dihasilkan.

- Produktivitas dan bobot telur yang dihasilkan cukup tinggi.

- Bulu-bulunya terlihat halus dan penuh.

- Tubuh tampak sehat dan tidak memiliki cacat.

- Mempunyai ukuran tubuh yang normal, dengan bobot antara 35 – 40 gram.

- Memiliki nafsu makan yang baik.

- Di duburnya tidak terdapat bekas tinja.
Quote:
Pemberian Pakan

Ayam petelur memiliki dua fase, yaitu fase starter (umur 0 – 4 minggu) dan fase finisher (umur 4 – 6 minggu). Pemberian pakan dibedakan menurut fase umur tersebut. Perbedaannya terletak pada persentase zat gizi dan kuantitas pakan.


1. Pakan Fase Starter

Pakan fase starter tediri atas: protein 22 – 24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, kalsium 1%, dan fosfor 0,7 – 0,9%.

Kuantitas pakan dibedakan menurut golongan umur, yakni sebagai berikut.

* Minggu pertama (umur 1 – 7 hari): 17 gram/hari/ekor.

* Minggu kedua (8 – 14 hari): 43 gram/hari/ekor.

* Minggu ketiga (umur 15 – 21 hari): 66 gram/hari/ekor.

* Minggu keempat (umur 22 – 29 hari): 91 gram/hari/ekor.

2. Pakan Fase Finisher

Pakan fase finisher terdiri atas: protein 18,1 – 21,2%, lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium 1%, dan fosfor 0,7 – 0,9%.

Kuantitas pakan dibedakan menurut golongan umur, yakni sebagai berikut.

* Minggu kelima (umur 30 – 36 hari): 111 gram/ hari/ ekor.

* Minggu keenam (37 – 43 hari): 129 gram/ hari/ ekor.

* Minggu ketujuh (umur 44 – 50 hari): 146 gram/ hari/ ekor.

* Minggu kedelapan (umur 51 – 57 hari): 161 gram/ hari/ ekor.

Selain pakan, ayam juga diberi minum. Air minum untuk hari pertama sebaiknya ditambah gula sebanyak 50 gram per 1 liter air dan obat antistres
.
Quote:

Pencegahan Penyakit


Serangan penyakit dapat dicegah dengan menjaga kebersihan kandang. Kandang harus selalu dibersihkan. Jika ada bagian yang rusak, harus segera diperbaiki.

Agar kebal dari penyakit yang disebabkan virus, ayam perlu diberi vaksinasi. Vaksinasi untuk ayam antara lain vaksin NCD, vaksin cacar, dan vaksin anti-RCD. Ayam yang akan divaksinasi harus dalam keadaan sehat. Dosis vaksin juga harus tepat. Selain itu, alat yang digunakan juga harus steril.
Quote:
Pemanenan

Telur sebaiknya dipanen tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang, dan sore hari. Dengan demikian, kerusakan isi telur akibat virus dapat dihindari atau dikurangi. Telur selanjutnya diletakkan di atas egg tray (nampan telur). Telur abnormal harus dipisahkan dari telur normal.

Telur normal berbentuk oval, bersih, dan berkulit mulus. Beratnya sekitar 57,6 gram dengan volume 66 cc. Sementara telur abnormal adalah telur yang terlalu kecil, terlalu besar, bentuknya lonjong, atau kulitnya retak.

SAPI PERAH



Quote:

JENIS SAPI PERAH

Secara garis besar, bangsa-bangsa sapi (Bos) yang terdapat di dunia ada dua, yaitu
(1) kelompok yang berasal dari sapi Zebu (Bos indicus) atau jenis sapi yang berpunuk, yang berasal dan tersebar di daerah tropis.
(2) kelompok dari Bos primigenius, yang tersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan Bos Taurus.

Jenis sapi perah yang unggul dan paling banyak dipelihara adalah
sapi Shorhorn (dari Inggris), Friesian Holstein (dari Belanda), Yersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis), Brown Swiss (dari Switzerland), Red Danish (dari Denmark) dan Droughtmaster (dari Australia).
Quote:

PERSYARATAN LOKASI

Lokasi yang ideal untuk membangun kandang adalah daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapai oleh kendaraan. Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang serta dekat dengan lahan pertanian. Pembuatannya dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah atau ladang.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

1.1.Penyiapan Sarana dan Peralatan

Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan.

Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat.

Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahanbahan lainnya.

Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5x2 m atau 2,5x2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8x2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5x1 m per ekor, dengan tinggi atas + 2-2,5 m dari tanah. Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (> 500 m).

1.2. Pembibitan
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh bibit sapi perah betina dewasa adalah: (a) produksi susu tinggi,
(b) umur 3,5-4,5 tahun dan sudah pernah beranak,
(c) berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai eturunan produksi susu tinggi,
(d) bentuk tubuhnya seperti baji,
(e) matanya bercahaya, punggung lurus, bentuk kepala baik, jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar serta kaki kuat,
(f) ambing cukup besar, pertautan pada tubuh cukup baik, apabila diraba lunak, kulit halus, vena susu banyak, panjang dan berkelokkelok, puting susu tidak lebih dari 4, terletak dalam segi empat yang simetris dan tidak terlalu pendek,
(g) tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular, dan
(h) tiap tahun beranak.

Sementara calon induk yang baik antara lain:
(a) berasal dari induk yang menghasilkan air susu tinggi,
(b) kepala dan leher sedikit panjang, pundak tajam, badan cukup panjang, punggung dan pinggul rata, dada dalam dan pinggul lebar,
(c) jarak antara kedua kaki belakang dan kedua kaki depan cukup lebar,
(d) pertumbuhan ambing dan puting baik,
(e) jumlah puting tidak lebih dari 4 dan letaknya simetris, serta
(f) sehat dan tidak cacat.


Pejantan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
(a) umur sekitar 4- 5 tahun,
(b) memiliki kesuburan tinggi,
(c) daya menurunkan sifat produksi yang tinggi kepada anak-anaknya,
(d) berasal dari induk dan pejantan yang baik,
(e) besar badannya sesuai dengan umur, kuat, dan mempunyai sifat-sifat pejantan yang baik,
(f) kepala lebar, leher besar, pinggang lebar, punggung kuat,
(g) muka sedikit panjang, pundak sedikit tajam dan lebar,
(h) paha rata dan cukup terpisah,
(i) dada lebar dan jarak antara tulang rusuknya cukup lebar,
(j) badan panjang, dada dalam, lingkar dada dan lingkar perut besar, serta
(k) sehat, bebas dari penyakit menular dan tidak menurunkan cacat pada keturunannya

1)Pemilihan bibit dan calon induk

Untuk mengejar produktivitas ternak yang tinggi, diperlukan perbaikan lingkungan hidup dan peningkatan mutu genetik ternak yang bersangkutan.
Bibit yang baru datang harus dikarantina untuk penularan penyakit. Kemudian bibit diberi minum air yang dicampur garam dapur, ditempatkan dalam kandang yang bersih dan ditimbang serta dicatat penampilannya.

2)Perawatan bibit dan calon induk

Seluruh sapi perah dara yang belum menunjukkan tanda-tanda birahi atau belum bunting setelah suatu periode tertentu, harus disisihkan. Jika sapi yang disisihkan tersebut telah menghasilkan susu, sapi diseleksi kembali berdasarkan produksi susunya, kecenderungan terkena radang ambing dan temperamennya.

1.3.Pemeliharaan

1.Sanitasi dan Tindakan Preventif

Sapi perah yang dipelihara dalam naungan (ruangan) memiliki konsepsi produksi yang lebih tinggi (19%) dan produksi susunya 11% lebih banyak daripada tanpa naungan. Bibit yang sakit segera diobati karena dan bibit yang menjelang beranak dikering kandangkan selama 1-2 bulan.

2.Perawatan Ternak

Ternak dimandikan 2 hari sekali. Seluruh sapi induk dimandikan setiap hari setelah kandang dibersihkan dan sebelum pemerahan susu. Kandang harus dibersihkan setiap hari, kotoran kandang ditempatkan pada penampungan khusus sehingga dapat diolah menjadi pupuk. Setelah kandang dibersihkan, sebaiknya lantainya diberi tilam sebagai alas lantai yang umumnya terbuat dari jerami atau sisa-sisa pakan hijauan (seminggu sekali tilam tersebut harus dibongkar).

Penimbangan dilakukan sejak sapi pedet hingga usia dewasa. Sapi pedet ditimbang seminggu sekali sementara sapi dewasa ditimbang setiap bulan atau 3 bulan sekali. Sapi yang baru disapih ditimbang sebulan sekali. Sapi dewasa dapat ditimbang dengan melakukan taksiran pengukuran berdasarkan lingkar dan lebar dada, panjang badan dan tinggi pundak.

3. Pemberian Pakan

Pemberian pakan pada sapi dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
a) sistem penggembalaan (pasture fattening)
b) kereman (dry lot fattening)
c) kombinasi cara pertama dan kedua.


4.Pemeliharaan Kandang

Kotoran ditimbun di tempat lain agar mengalami proses fermentasi (+1-2 minggu) dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matang dan baik. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat (agak terbuka) agar sirkulasi udara didalamnya berjalan lancar.

Air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Tempat pakan dan minum sebaiknya dibuat di luar kandang tetapi masih di bawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak atau tercampur dengan kotoran. Sementara tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi daripada permukaan lantai. Sediakan pula peralatan untuk memandikan sapi.


HAMA DAN PENYAKIT

Penyakit

1.Penyakit antraks


Penyebab: Bacillus anthracis yang menular melalui kontak langsung, makanan/minuman atau pernafasan.
Gejala:
(1) demam tinggi, badan lemah dan gemetar;
(2) gangguan pernafasan;
(3) pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin dan badan penuh bisul;
(4) kadang-kadang darah berwarna merah hitam yang keluar melalui hidung, telinga, mulut, anus dan vagina;
(5) kotoran ternak cair dan sering bercampur darah;
(6) limpa bengkak dan berwarna kehitaman.
Pengendalian: vaksinasi, pengobatan antibiotika, mengisolasi sapi yang terinfeksi serta mengubur/membakar sapi yang mati.

2. Penyakit mulut dan kuku (PMK) atau penyakit Apthae epizootica (AE)

Penyebab: virus ini menular melalui kontak langsung melalui air kencing, air susu, air liur dan benda lain yang tercemar kuman AE.
Gejala:
(1) rongga mulut, lidah, dan telapak kaki atau tracak melepuh serta terdapat tonjolan bulat berisi cairan yang bening;
(2) demam atau panas, suhu badan menurun drastis;
(3) nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan sama sekali;
(4) air liur keluar berlebihan.
Pengendalian: vaksinasi dan sapi yang sakit diasingkan dan diobati secara terpisah.

3.Penyakit ngorok/mendekur atau penyakit Septichaema epizootica (SE)

Penyebab: bakteri Pasturella multocida. Penularannya melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri.
Gejala:
(1) kulit kepala dan selaput lendir lidah membengkak, berwarna merah dan kebiruan;
(2) leher, anus, dan vulva membengkak;
(3) paru-paru meradang, selaput lendir usus dan perut masam dan berwarna merah tua;
(4) demam dan sulit bernafas sehingga mirip orang yang ngorok. Dalam keadaan sangat parah, sapi akan mati dalam waktu antara 12-36 jam.
Pengendalian: vaksinasi anti SE dan diberi antibiotika atau sulfa.

4. Penyakit radang kuku atau kuku busuk (foot rot)
Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara dalam kandang yang basah dan kotor.
Gejala:
(1) mula-mula sekitar celah kuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih keruh;
(2) kulit kuku mengelupas;
(3) tumbuh benjolan yang menimbulkan rasa sakit;
(4) sapi pincang dan akhirnya bisa lumpuh.

Pencegahan Serangan

Upaya pencegahan dan pengobatannya dilakukan dengan memotong kuku dan merendam bagian yang sakit dalam larutan refanol selama 30 menit yang diulangi seminggu sekali serta menempatkan sapi dalam kandang yang bersih dan kering.

SAPI POTONG


:
Usaha peternakan sapi potong mayoritas masih dengan pola tradisional dan skala usaha sambilan. Hal ini disebabkan oleh besarnya investasi jika dilakukan secara besar dan modern, dengan skala usaha kecilpun akan mendapatkan keuntungan yang baik jika dilakukan dengan prinsip budidaya modern.

II. Penggemukan

Quote:
Penggemukan sapi potong adalah pemeliharaan sapi dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan).
Beberapa hal yang berkaitan dengan usaha penggemukan sapi potong adalah :

1. Jenis-jenis Sapi Potong.
Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :

A. Sapi Bali.
Cirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.

B. Sapi Ongole.
Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.

C. Sapi Brahman.
Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.

D. Sapi Madura.
Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.

E. Sapi Limousin.
Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik

2. Pemilihan Bakalan.
Bakalan merupakan faktor yang penting, karena sangat menentukan hasil akhir usaha penggemukan.
Pemilihan bakalan memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman. Ciri-ciri bakalan yang baik adalah :

- Berumur di atas 2,5 tahun.
- Jenis kelamin jantan.
- Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm, lingkar dada 133 cm.
- Tubuh kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit).
- Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus.
- Kotoran normal

III. Tatalaksana Pemeliharaan.

Quote:
3.1. Perkandangan.
Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok.

Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang.

Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.

3.2. Pakan.
Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.

Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan. Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2,5% berat badannya. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi.

Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan.

3.3. Pengendalian Penyakit.
Dalam pengendalian penyakit, yang lebih utama dilakukan adalah pencegahan penyakit daripada pengobatan, karena penggunaan obat akan menambah biaya produksi dan tidak terjaminnya keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi adalah :

a. Pemanfaatan kandang karantina. Sapi bakalan yang baru hendaknya dikarantina pada suatu kandang terpisah, dengan tujuan untuk memonitor adanya gejala penyakit tertentu yang tidak diketahui pada saat proses pembelian. Disamping itu juga untuk adaptasi sapi terhadap lingkungan yang baru. Pada waktu sapi dikarantina, sebaiknya diberi obat cacing karena berdasarkan penelitian sebagian besar sapi di Indonesia (terutama sapi rakyat) mengalami cacingan. Penyakit ini memang tidak mematikan, tetapi akan mengurangi kecepatan pertambahan berat badan ketika digemukkan. Waktu mengkarantina sapi adalah satu minggu untuk sapi yang sehat dan pada sapi yang sakit baru dikeluarkan setelah sapi sehat. Kandang karantina selain untuk sapi baru juga digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit agar tidak menular kepada sapi lain yang sehat.

b. Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya. Sapi yang digemukkan secara intensif akan menghasilkan kotoran yang banyak karena mendapatkan pakan yang mencukupi, sehingga pembuangan kotoran harus dilakukan setiap saat jika kandang mulai kotor untuk mencegah berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.

c. Vaksinasi untuk bakalan baru. Pemberian vaksin cukup dilakukan pada saat sapi berada di kandang karantina. Vaksinasi yang penting dilakukan adalah vaksinasi Anthrax.
Beberapa jenis penyakit yang dapat meyerang sapi potong adalah cacingan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kembung (Bloat) dan lain-lain.

IV. Produksi Daging.

Quote:
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi daging adalah
1. Pakan.
Pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas daging. Perlakuan pakan dengan NPB akan meningkatkan daya cerna pakan terutama terhadap pakan yang berkualitas rendah sedangkan pemberian VITERNA Plus memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak sehingga sapi akan tumbuh lebih cepat dan sehat.

2. Faktor Genetik.
Ternak dengan kualitas genetik yang baik akan tumbuh dengan baik/cepat sehingga produksi daging menjadi lebih tinggi.

3. Jenis Kelamin.
Ternak jantan tumbuh lebih cepat daripada ternak betina, sehingga pada umur yang sama, ternak jantan mempunyai tubuh dan daging yang lebih besar.

4. Manajemen.
Pemeliharaan dengan manajemen yang baik membuat sapi tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk daging, sehingga masa penggemukan menjadi lebih singkat.
Peternakan Kambing PE (Peternakan Etawa)



Quote:

Memulai Beternak Kambing Etawa
Quote:
Beternak kambing etawa sebenarnya sama saja dengan beternak kambing biasa. Bedanya terletak pada harga yang dipelihara. Memang harga kambing etawa lebih mahal dibandingkan harga kambing biasa (kambing kacang). Karena harga yang lebih mahal ini jugalah membuat pemula menjadi begitu bersemangat atau malah ragu “apakah beternak etawa menguntungkan?”

Ada satu pertanyaan penting sebelum seseorang mulai usaha peternakan etawa, Apakah tujuan anda beternak etawa? Untuk pedaging, susu atau kontes?. Kambing etawa memiliki tiga keuntungan yakni sebagai penghasil daging, susu dan sebagai hewan kontes. Dengan menjawab pertanyaan diatas akan menentukan pemilihan jenis kambing etawa, teknik beternak dan segmen pasar dari kambing itu sendiri.


Jika tujuan beternak anda untuk pedaging dan susu maka disini yang anda utamakan adalah kuantitas. Kuantitas yang dimaksud bisa berarti kuantitas kambing atau kuantitas volume susu yang dihasilkan. Karena kuantitas yang diutamakan maka semakin banyak kambing yang dipelihara maka akan semakin banyak juga daging dan susu yang dihasilkan.

Pada umumnya peternak yang mengembangkan kambing etawa sebagai pedaging juga menghasilkan susu kambing. Namun hal ini tidak selalu demikian tergantung faktor geografis dan pasar yang ada. Faktor geografis disini adalah dimana letak peternakan itu berada. Kambing etawa dapat menghasilkan susu secara maksimal di daerah yang dingin atau pegunungan. Daerah pegunungan umumnya juga menyediakan bahan pakan hijauan yang dapat membuat produksi susu kambing semakin besar. Hijauan seperti Kaliandra dan Sengon sangat membantu mendorong pertumbuhan dan produksi susu seekor kambing. Jika di daerah sekitar peternakan ada penadah/distributor atau konsumen susu kambing maka anda dapat menjual hasil susu kambing peternakan anda.

Pertanyaannya jika harga kambing etawa mahal bagaimana seorang dengan modal pas-pas-an akan memulai usaha peternakan kambing etawa? Bagaimana mungkin menghasilkan kuantitas yang banyak jika tidak mampu memiliki jumlah kambing yang memadai? Solusi alternatifnya adalah varian kambing etawa itu sendiri yakni Etawa Senduro . Kambing ini memiliki postur yang bagus dan tebal. Selain itu produksi susu betinanya dapat menyamai produksi kambing etawa lainnya. Harga dari kambing ini jauh lebih murah daripada kambing etawa kontes. Detail dari kambing ini dapat dilihat disini . Jenis ini sangat dianjurkan untuk yang peternak yang berfokus pada pedaging dan produksi susu . Kelompok ternak Etawa Jaya juga menggunakan kambing ini sebagai kambing etawa pedaging dan susu.


Pemilihan kambing betina penghasil susu juga perlu diperhatikan. Sangat dianjurkan untuk memilih kambing betina yang telah beranak dua kali atau umur sekitar 2 tahun. Hal ini disebabkan pada saat itulah seekor kambing betina dapat menghasilkan susu dengan maksimal. Selain itu kedua ambing betina tersebut juga harus memiliki bentuk yang sempurna, sama besar dan tidak cacat.

Kambing Kontes
Quote:
Jika tujuan beternak anda untuk kontes maka yang anda utamakan adalah kualitas. Kambing etawa kelas kontes memiliki kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh seekor kambing sehingga layak disebut kambing etawa kontes. Semakin bagus kualitas yang dimiliki seekor kambing maka akan semakin mahal pula harga jualnya. Jika seekor indukan memiliki kualitas yang bagus maka hampir pasti anak (cempe) yang dihasilkan juga bagus. Akibatnya harga anakannya mahal juga. Sebagai informasi harga seekor anakan kambing etawa kelas kontes (umur 3 bulan) pada saat artikel ini ditulis adalah sekitar 3 jutaan rupiah. Terkadang harganya bisa melebihi jika kualitasnya super atau istimewa.

Karena adanya kriteria-kriteria kambing berkualitas yang harus diketahui seorang peternak kambing kontes, maka hal ini memerlukan waktu dan pengalaman langsung dilapangan. Karena itu beternak kambing kontes tidak dianjurkan untuk pemula. Untuk pemula sangat disarankan memulai beternak kambing etawa untuk tujuan pedaging dan susu. Hal ini juga untuk meminimalisasi kerugian besar yang mungkin didapat jika ternak tersebut mengalami penyakit atau kematian. Mengingat harga seekor kambing kontes cukup mahal, maka ada baiknya belajar beternak dengan kambing yang lebih murah (saat artikel ini ditulis harga satu kambing kontes umur 10 bulan dapat mencapai 10 juta rupiah).

Apakah beternak kambing etawa itu menguntungkan? Jawabannya tergantung pada niat dan konsistensi anda dalam beternak. Bahkan semua usaha selain beternak juga akan memiliki jawaban yang sama. Sebenarnya beternak kambing adalah jenis usaha yang paling mudah. Kenapa? Karena kambing yang anda pelihara bukan semakin murah, melainkan akan semakin mahal seiring dengan bertambah umur. Belum lagi jika kambing tersebut beranak pinak.

Lalu bagaimanakah resiko seperti penyakit dan kematian kambing? Semua usaha memiliki resiko. Bahkan jika anda menyimpan uang anda di bank. Rupiah semakin tidak ada harganya karena inflasi. Dalam beternak kambing, resiko hanya terletak pada penyakit, kemandulan atau keguguran (keluron). Semua ini memerlukan pengetahuan yang dapat dipelajari. Apakah lama untuk dipelajari? Hal ini juga relatif karena untuk mencapai karir sekarang inipun anda butuh sekolah puluhan tahun . Semua membutuhkan ketekunan, praktek dan mencari sumber ilmu yang tepat dari buku, internet atau peternak yang telah berpengalaman.
Harga Penjualan
Quote:
Harga kambing terutama etawa semakin lama bukan semakin murah. Hal ini disebabkan alasan inflasi, jumlah penduduk, religius (akikah, kurban, dll) dan manfaat susu kambing yang semakin populer di masyarakat. Satu keunggulan kambing etawa dibandingkan kambing lain adalah diekspor ke negara lain seperti Malaysia. Dengan pertumbuhan 6,7 % per tahun akan konsumsi kambing Malaysia, maka pembiakan kambing etawa nasional perlu digalakkan untuk memenuhi kebutuhan pasar global.

Sangat dianjurkan bagi peternak pemula untuk memilih kambing langsung di peternakan. Hal ini untuk mengetahui kualitas kambing yang akan diternakkan. Tentunya memilih kambing juga memerlukan pengetahuan yang dapat anda pelajari dari berbagai sumber seperti buku, artikel atau orang-orang yang telah berpengalaman dan anda percayai/


MAKANAN
Quote:
Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral,( bila di pelajari secara runtut menurut disiplin ilmu peternakan ) mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh.
Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral). untuk jenis HMT ( hijauan makanan ternak ) dapat saya sebutkan berdasar pengalaman para peternak yang telah memelihara kambing jenis etawa dan berdasar para nara sumber yang berdasar para petani banyak sekali macam untuk HMT beberapa jenis akan saya sebutkan :

KaliandraDadap
Glagahan
Rumput Gajah
Daun NangkaDaun Singkong ( beserta singkongnya )
Daun Ketul sapi
Jagung Muda beserta pohonnya
Daun Sengon ,MahoniDaun Waru Rengis
Daun rereside.
dan beberapa rumput yang namanya asing untuk di sebutkan..


kemudian untuk beberapa makanan tambahan seperti :Polar,Bungkil,Gula Jawa,Singkong ,Buah nangka (hijau)kulit kedelai.dll

Cara pemberiannya :

Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore),sedang untuk volume kira kira berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 – 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.
Untuk kambing bunting, induk menyusui, dan pejantan yang sering dikimpoikan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 – 1 kg/ekor/hari.
Analisis Usaha
Quote:
Lama balik modal investasi 5 ekor kambing= (Investasi:Laba)x1bulan

5 ekor= (21000000:1305667)x1bulan= 16 bulan

Asumsi Analisa Usaha
1. Masa Produktif indukan adalah 5 tahun
2. Lama pemeliharaan 5 tahun
3. Upah kerja dan pemeliharaan 12500 rupiah/hari
4. Daya tahan kandang 5 tahun
5. Perkimpoian sistim suntik (tanpa pejantan)
6. Induk beranak 3 kali dalam 2 tahun
7. induk dikimpoikan lagi setelah 3 bulan beranak
8. Jumlah cempe per kelahiran rata-rata adalah 2 ekor. Sehingga jumlah cempe yang dihasilkan selama 5 tahun adalah: 2 x 7 kali beranak x 5 ekor = 70 ekor
9. Asumsi kematian cempe adalah 10%, sehingga per kiraan mati sebanyak 7 ekor selama 5 tahun
10. Rasio kelamin cempe yang dihasilkan 50:50 (jantan dan betina)
11. Konsentrat dan hijauan untuk cempe diberikan setelah berumur 3 bulan.
12. Masa kering adalah 2 bulan sebelum beranak kembali
13. Masa Laktasi 150 hari dengan rata2 produksi susu per hari adalah 1 liter. Dalam 5 tahun 1 ekor induk mengalami 7 kali masa laktasi = (150 x 1) x 7 = 1050 ltr
14. Harga susu kambing Rp. 15000 per liter
15. Satu ekor kambing (induk dan jantan) menghasilkan 40kg pupuk kandang/bulan. Cempe tidak diperhitungkan. = (40 x 5) x 60 = 12000kg/ 5 thn

PETERNAKAN AYAM BROILER




Always Updated Harga-Harga

Quote:
27 November 2011
DOC (Day Old Chicken) - Anak Ayam berumur satu hari (bibit)
Rp2.600 - Rp 3.500

29 November 2011
AYAM BROILER

JABODETABEK (kilogram)
0,8~1,0 = 16.000
1,0~1,2 = 15.500
1,2~up =15.000

BANDUNG/JAWA BARAT
dibawah 1,6 kg= 14.000
ukr 1,6 kg up = 14.200

Quote:
Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu)

Cara beternak ayam broiler
1. Pemilihan Lahan dan Kandang

a. Lokasi kandang
Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.

b.Pergantian udara dalam kandang.
Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.

c.Suhu udara dalam kandang.
Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :
Umur (hari) Suhu ( 0C )
01 - 07 34 - 32
08 - 14 29 - 27
15 - 21 26 - 25
21 - 28 24 - 23
29 - 35 23 - 21

Tips : Bagi agan yang tidak mempunyai modal untuk membeli lahan atau membuat kandang, agan bisa mencoba pola kemitraan

2. Pemilihan Bibit
Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih

3.Tata Laksana Pemeliharaan

3.1 Perkembangan

Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.
Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

3.2. Pakan

- Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).

- Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya.

- Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.

- Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.

Info : jika agan membeli bibit dari PT.Charoend Pokphan agan tidak perlu repot2 lagi melakukan vaksin , karena bibit DOC dari sana sudah dengan 5 vaksin, jadi tinggal pembesaran saja

PETERNAKAN KELINCI


Quote:
Quote:

Kelinci adalah hewan piaraan yang di sukai banyak orang karena bentuknya yang lucu dan menggemaskan. Tahukah anda, dibalik bentuknya yang lucu ternyata kelinci mempunyai peluang usaha yang sangat besar. Banyak orang yang beralih profesi menjadi perternak kelinci karena ternak kelinci dapat memberikan keuntungan finansial yang cukup menjanjikan.


Bila kita sering mendengar peternak ikan lele, ikan cupang, ikan gurame, peternak sapi, dan lain-lain yang sukses, Demikian juga dengan peternak kelinci.


Seorang peternak kelinci hias menyampaikan pengalamannya bahwa omset penjualan kelinci per bulan dapat mencapai kisaran 5 –10 juta. Jumlah yang lumayan besar.
Quote:
Kelinci dijual sejak usianya 2 – 3 bulan. Harganya tidak ada yang kurang dari lima puluh ribu rupiah. Umumnya, harga terendah dipatok di kisaran delapan puluh ribu rupiah dan tertinggi bisa mencapai hampir satu juta rupiah. Untuk kelinci dewasa, kisaran harganya mulai dari lima ratusan ribu rupiah lebih sampai mencapai tiga jutaan.

Untuk kelinci dengan jenis ras tertentu, harga kelinci muda bisa lebih mahal dibandingkan kelinci dewasa jenis lokal. Harganya bisa mencapai hampir satu juta dan harga untuk kelinci dewasa hampir mencapai tiga juta per ekor.

Meskipun harganya melambung tinggi, permintaan kelinci ini tetap tinggi. Tak heran, bisnis kelinci banyak dilirik orang untuk digeluti.

CARA BUDIDAYA KELINCI DAN KEUNTUNGANNYA

Quote:
Potensi dan tujuan beternak kelinci :

Penghasil daging, bisa sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi keluarga. Di antara jenis kelinci penghasi daging adalah : Vlaams, New Zealand, White England dll

Penghasil anakan atau bibit, ditujukan untuk mendapatkan ternak pengganti (replacement stock) dan juga ternak hias. Jenis kelinci yang banyak diminati untuk ternak hias antara lain : angora, lion, dan rex totol

Penghasil bulu dan bahan industri, sebagai contoh adalah kelinci jenis angora. Dalam setahun seekor kelinci angora mampu menghasilkan 100-200 gram wool dengan 4 kali pemotongan. Tetapi di Negara kita belum ada yang mengusahakan.

Sebagai bahan percobaan medis atau hewan laboratorium
Quote:

Panca Usaha Peternakan

Panca usaha peternakan
1. Penggunaan bibit unggul
2. perkandangan yang memenuhi syarat
3. pemberian ransum yang tepat (kwantitas dan kualitas)
4. Pencegahan penyakit
5. Pemasaran hasil atau produk
Quote:
Kiat-kiat memilih kelinci yang baik :
- Pergerakan lincah dan aktif
- Mempunyai nafsu makan yang tinggi
- Performance tubuh seimbang (besar kepala dengan panjang tubuh dll)
- Bermata bulat bercahaya, selaput matanya bersih, mempunyai pandangan yang tajam dan cerah
- Telinganya lebar dan panjang minimal 10 cm
- Bagian-bagian yang berlubang (hidung, mulut, telinga, dubur) terlihat bersih
- Berkaki normal (terlihat kuat, kokoh dan berkuku pendek)
berbadan bulat, berdada lebar, padat dan singset
- Berbulu bersih, licin, halus, mengkilat dan rata
- Ekornya terlihat kecil, tumbuh lurus ke atas dan tampak menempel ke punggung serta bentuknya tidak miring
- tanda lain untuk induk betina adalah mempunyai cukup bulu untuk membuat sarang beranak, mempunyai pinggang yang lebar dan jumlah putting susu paling sedikit 8
Quote:
Perkandangan

Lokasi :
- sinar matahari yang masuk cukup
- bersuhu sejuk, berkisar antara 15-20°C
- mempunyai ventilasi yang baik untuk pergerakan udara
- tempatnya kering
- lingkungannya tenang dan tak jauh dari rumah, karena berhubungan dengan keamanan ternak
- diusahakan disekitar kandang terdapat naungan

Keuntungan Budidaya Kelinci

Kandang
- Bahan murah, awet, dan mudah di dapat
- Mampu melindungi ternak dari cuaca buruk
- Mempunyai tempat pembuangan kotoran
- Lantai kandang dapat dibuat dari kawat, bambu dan kayu
- Ukuran kandang bisa flexible, bisa dipakai patokan ukuran pxlxt : 90×60x60 cm, sarang beranak berukuran pxlxt : 40×30x30 cm

Makanan

Makanan kelinci yang baik adalah yang terdiri dari sayuran hijauan, biji-bijian, dan makanan penguat (konsentrat). Makanan hijauan yang diberikan antara lain semacam rumput lapangan, limbah sayuran seperti kangkung, selada air, daun bunga kol, daun wortel, wortel, dan lain-lain. Sayuran hijau yang akan diberikan pada kelinci ini kalau bisa telah dilayukan dan jangan dalam keadaan segar. Proses pelayuan selain untuk mempertinggi kadar serat kasar, juga untuk menghilangkan getah atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau mencret. Biji-bijian bisa berupa jagung yang digiling halus (hanya untuk campuran konsentrat), konsentrat : polard (kulit gandum), dedak halus, ampas tahu (terbatas).

Jadwal pemberian pakan :

Hijauan dengan jumlah sedikit diberikan sekitar pukul 07.00 atau 08.00 pagi setelah kandang dibersihkan terlebih dulu, kemudian pada pukul 10.00 pagi diberikan konsentrat, dan pada pukul 15.00 diberikan hijauan lagi tapi dalam jumlah yang banyak


Jumlah pakan yang diberikan
Konsentrat untuk Induk bunting sekitar 1 ons/hari, dan untuk induk menyusui : 1,5-2 ons/hari, sedang hijauan diberikan secara bebas. Konversi pakan yang bagus adalah 3:1

Pencegahan penyakit

Penyakit kelinci yang sering timbul adalah kudis (scabies), mencret dan perut kembung. Untuk kudis anda bisa mengobatinya dengan vormectin yang bisa kita beli di poultry shoup terdekat. Mencret disebabkan pola makan yang salah atau makanan yang diberikan sudah basi hijauan banyak mengandung air sedikit serat. Untuk penyakit perut kembung bisa dicegah dengan tidak memberikan pakan yang masih basah atau kandungan airnya cukup tinggi. Cara mengobatinya adalah dengan pemberian obat sulfa seperti norit atau minyak adas.

Pemasaran hasil atau produk
Produk atau hasil dari beternak kelinci adalah sebagai berikut :
1. Daging/karkas
2. Anakan/bibit
3. Bulu/kulit
4. Penelitian
5. Kotoran



Tidak ada komentar:

Posting Komentar